Ternyata kelulusanku membawa amarah kebencian yang tersimpan dan menjadi dendam. Ku ucapkan terimakasih atas gelar sarjana yang tersemat di belakang namaku. Ku ucapkan terima kasih atas banyak ketidaknyamanan dan ketidakadilan yang aku terima. Setelahnya aku tak akan pernah lagi mengucapkan terima kasih tak akan penah lagi membagakan diri dan membagakan kamu dibalik gelar sarjana ini. Aku akan menemukan aku yang mencari kesuksesan hidup tanpa bantuan dari kamu dan yang ada di dalam kamu. Rasa bangga yang terbawa hanya teringat dua nama. Figur ibu untuk ku ibu hanifa. Figur inspirasi untuk ku bapak imron.